twitter

Pages

Rabu, 02 Desember 2015

Dosen, Karyawan dan Mahasiswa Akpar Majapahit Kenakan Busana Resmi dari Korea

Kemeriahan Wisuda VII Akpar Majapahit di Hotel Bumi, 29 November 20159No
v
Dosen, Karyawan dan Mahasiswa Akpar Majapahit Kenakan Busana Resmi dari Korea

KOMBINASI warna pakaian tradisional dari Korea yang dikenakan beberapa orang dosen, karyawan dan mahasiswa dalam memeriahkan acara Wisuda VII Akpar Majapahit di Hotel Bumi Surabaya, akhir pekan lalu, melengkapi pernak pernik hajatan tahunan kampus yang beroperasi di Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya.

Jika pada hari kerja, mahasiswa dan dosen berkutat dengan seragam chef saat beraktivitas di dapur pastry dan culinary. Namun, pada gelaran wisuda akhir pekan lalu, beberapa mahasiswa dan dosen tampil lain dari biasanya. Mereka sepakat mengenakan pakaian tradisional Korea yang cukup terkenal yakni Hanbok.

Lihat saja penampilan dosen Pastry Akpar Majapahit Chef Laurentia Vivi, Chef Lily Andayani dan asistennya Chef Jiurike, dosen Culinary Chef Adeline Nadia Daniel atau biasa disapa Chef Della, Manager Keuangan Akpar Majapahit  Erna Tanoyo ST.  Tak hanya itu dua mahasiswa Akpar Majapahit yakni Nicholas dan Jackline juga tampil seru dalam balutan busana Hanbok. 

Selain itu, untuk menambah suasana terasa nuansa Korea-nya, panitia wisuda juga menghadirkan pernak pernik pendukungnya disalah satu area di lantai dua Hotel Bumi Surabaya. Booth khusus itu bisa dimanfaaatkan orang tua wisudawan/wisudawati atau tamu dan undangan yang lain foto bareng dengan ditemani mahasiswa, dosen atau karyawan Akpar Majapahit yang mengenakan busana khas dari Korea.

Dipilihnya pakaian kebesaran dari Negeri Ginseng itu juga tidak lepas dari demam Korea sudah begitu melanda sehingga semua orang pun tahu bentuk baju tradisionalnya yang dikenal dengan nama Hanbok yang berarti baju negara. “Han” berarti “negara”, dan “Bok” artinya “pakaian”. Kostum ini  biasanya memiliki warna-warna yang cerah dan tidak memiliki saku.

Selain mengenakan busana tradisional Korea, sejumlah dosen, karyawan dan mahasiswa juga tampil cantik dengan balutan busana tradisional Indonesia yakni Kebaya dengan kreasi modern, pakaian adat Bali, pakaian tradisional Belanda, sehingga menambah semarak gelaran Rapat Senat Terbuka pada acara Wisuda VII Akpar Majapahit di Hotel Bumi Surabaya, Minggu (29/11/2015) malam.

Kebaya merupakan salah satu pakaian tradisional di Indonesia. Kebaya  adalah blus ”pakaian atasan” dan kain untuk bawahannya. Kain sendiri banyak macamnya. Ada yang terbuat dari batik, songket dan lain-lain. Kebaya akan terlihat anggun dan berkelas apabila dimodifikasi dengan payet, bordiran dan manik-manik. Kebaya jenis ini biasanya dikenakan pada saat acara pernikahan dan acara formal lainnya.

Direktur Akpar Majapahit Ir Juwono Saroso MM bersama keluarga juga menyempatkan diri untuk foto bareng dengan dosen, karyawan dan mahasiwa Akpar Majapahit yang all out ketika memeriahkan acara Wisuda VII Akpar Majapahit sekaligus memeringati Hari Ulang Tahun ke-49 Pak U-Won, sapaan akrab alumni FMIPA ITS tersebut.


Penampilan apik tersebut memberi kesan yang sangat mendalam bagi siapun yang hadir sekaligus menikmati pesta malam itu. Terima kasih atas partisipasi Anda sehingga seluruh rangkaian acara wisuda dan perayaan ulang tahun Ir Juwono Saroso MM berjalan lancar dan sukses. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar