twitter

Kursus di Surabaya

Tristar Jemursari
Telp: 031- 8480821-22.
031-8433224-25.
Simpati: 0813 3200 3300.
Satelindo: 085731804143
XL: 0817321024.
PIN BB: 2B4E0E95
Jln. Raya Jemursari 234 & 244.

Cooking With The Chef

VCD Tutorial Memasak. Info dan Pemesanan: 031-8480821-22. 0813 3200 3300.

VCD Tutorial Tata Boga dan Patiseri

Jl.Raya Jemursari 244, Surabaya. 031-8480821-22. 0813 3200 3300.

Pages

Jumat, 30 Oktober 2015

Tristar Culinary Institute Hadir di Kota Wisata Batu - Malang


Sekolah Perhotelan & Pariwisata Bernuansa Alam
(Part. 1)

Lingkungan kampus yang nyaman dan mendukung proses pembelajaran menjadi salah satu alasan memilih sekolah tertentu sebagai tempat belajar. Karena tidak bisa dipungkiri suasana yang nyaman dapat menambah semangat mahasiswa dalam belajar. Tristar Institute dengan konsep Sekolah Kuliner, Perhotelan & Pariwisata bernuansa alam hadir di Kota Wisata Batu, Jawa Timur.

Jumat, 16 Oktober 2015

Kunjungan Lapangan Pelaku Usaha Mikro dari Papua Ke Unit Wira Usaha Matoa - Akpar Majapahit



Upaya Pemprov Papua Meningkatkan Ketrampilan dan Kemampuan Menciptakan Wirausaha Pelaku Usaha Mikro (Naskah 1 dari Dua Tulisan)

15 Pelaku Usaha Mikro Praktik Membuat Olahan Tuna, Olahan Jamur, Cookies, Mie Merah Alami, Siomay dan Es Krim Buah Merah di Kampus Akpar Majapahit

SELAMA empat hari –terhitung mulai Senin (12/10/2015) sampai Kamis (15/10/2015), 15 pelaku usaha mikro binaan Biro Perekonomian Pemprov Papua mengikuti pelatihan membuat olahan tuna, olahan jamur, aneka cookies, mie merah alami, siomay dan es krim buah merah di dapur uji Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya.
 
Kehadiran 15 orang pelaku usaha mikro dari Papua dipimpin langsung oleh Karo Perekonomian Pemprov Papua Rika Monim bersama anak buahnya seperti Bramantyo Wardhana Ap, MSi (Biro Perekonomian dan SDA Setdaprov Papua), Ir Maria Andini MM (Disperindag Papua), Ir Leonor Tomasua (Dinas Koperasi dan UMKM Papua) serta beberapa staf yang lain.

Kegiatan hari pertama (Senin, 12/10/2015) yang dikemas dalam bentuk Rapat Teknis dan Kunjungan Lapangan Pelaku Usaha Mikro dalam rangka Meningkatkan Ketrampilan dan Kemampuan Menciptakan Wirausaha itu diawali dengan acara seremonial di ruang pertemuan Kampus Akpar Majapahit.

Acara pembukaan rapat teknis itu dipimpin Karo Perekonomian Pemprov Papua Rika Monim dan juga dihadiri Presdir Matoa Holding –pengelola Akpar Majapahit—Ir Juwono Saroso MM dan sejumlah stafnya. 

Dalam arahannya, Rika Monim mengatakan, pihaknya membawa 15 orang pelaku usaha mikro dari Papua, untuk belajar langsung dari ahlinya. Kegiatan ini sekaligus sebagai tindak lanjut dari program kerja Pemprov Papua yang menggulirkan Program Berdaya Mas dan Prospek.

Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan SDM Papua untuk mengolah SDA yang melimpah seperti hasil laut (ikan tuna), hasil perkebunan (buah merah, sagu) menjadi produk yang punya nilai tambah. Sehingga, masyarakat Papua mendapat keuntungan secara ekonomi atas pemanfaatan SDA tersebut. 

Buah merah, misalnya. Produk asli Papua ini diharapkan menjadi produk unggulan jika bisa dimanfaatkan untuk menunjang perekonomian masyarakat. Pasalnya, menurut hasil kajian dan penelitian Akpar Majapahit, buah merah bisa dikreasi menjadi aneka makanan yang enak dan lezat seperti mie (noddle), siomay,  cookies, es krim.

Jika makanan olahan dari buah merah itu sukses dikembangkan di sana, maka tidak menutup kemungkinan makanan olahan dari buah merah akan diterima oleh pelaku usaha kuliner maupun pebisnis perhotelan di Papua. 

”Karena itu jika konsumsi masyarakat tumbuh, otomatis pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Papua juga akan terdongkrak. Jika PAD meningkat, bisa dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan di wilayah Papua dan sekitarnya,”  cetus Rika Monim saat memberikan arahan kepada peserta pelatihan.

Dalam pelatihan kali ini peserta selain dibekali pengenalan bahan dan cara pembuatan, juga diajarkan bagaimana cara menghitung proses produksi sampai dengan menghitung laba rugi atau break even point (BEP) sebuah usaha mikro.

”Kami juga mengajak seorang dosen dari Perguruan Tinggi  di Papua untuk menjembatani agar peserta pelatihan –15 oran pelaku usaha mikro yang semuanya perempuan—paham rumus-rumus dan cara menghitung bahan yang benar. Kami pun melibatkan staf dari Biro Perekonomian dan teman-teman dari SKPD seperti Dinas Koperasi dan UMKM, Disperindag, dan Dispenda,” terang wanita paro baya ini.

Bramantyo Warhana dari Biro Perekonomian dan SDA Setdaprov Papua, mengatakan, pihaknya mengajak 15 pelaku usaha mikro dari Papua ke Surabaya (Jatim) ini untuk mengubah mind set mereka bagaimana cara mengolah hasil alam yang melimpah di Papua sehingga punya nilai ekonomi tinggi dari sebelumnya. 

Proyek percontohan (pilot project) ini merupakan langkah awal dari pihak pemda untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan pelaku usaha mikro dalam berwirausaha yang baik dan benar.  

”Untuk itu, mereka kami ajak belajar langsung dari ahlinya yakni teman-teman dari Akpar Majapahit. Sekembalinya dari pelatihan ini kami bersama teman-teman dari SKPD  akan terus melakukan pendampingan sehingga mereka benar-benar menjadi pelaku usaha mikro yang tangguh dan berkembang,” kata Bram, sapaan karib Bramantyo Wardhana.

Ir Maria Andini MM dari Disperidag Papua menambahkan, pelatihan teknologi pangan kepada pelaku usaha mikro ini agar mereka paham bagaimana mengeloh bahan pangan –ikan tuna, tengiri, jamur, daging ayam, sagu, singkong, buah merah hingga bahan-bahan untuk pembuatan roti seperti tepung, butter cream, susu— secara higienis dan mengutamakan kebersihan saat mengolah bahan pangan tersebut.

Dalam kesempatan itu Presdir Matoa Holding Ir Juwono Saroso MM mengungkapkan, pelatihan teknologi pangan yang akan diajarkan kepada 15 pelaku usaha mikro dari Papua ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerjanya bersama Kadin Jatim ke Papua tahun 2014 lalu atas undangan Pemprov Papua.

Dalam pelatihan hari pertama (Senin, 12/10/2015) siang,  peserta  diajarkan cara membuat aneka olahan tuna (amplang tuna, amplang tengiri dan tuna crispy), cookies vanilla (bentuk pohon natal, aneka buah), lidah kucing, lidah kucing rainbow, lidah kucing dari buah merah dengan instruktur Evie Muliasari Dewi dan jajarannya.

Naomi Café & Resto
Sedangkan pada hari kedua, peserta mengikuti kunjungan lapangan dengan tujuan antara lain Naomi Café & Resto, Naomi Spa & Beauty Care di Jl Tenggilis Mejoyo,, sekaligus menikmati acara Coffee Time. Di Naomi, rombongan tamu dari Papua yang diantar langsung oleh Nursanti, tour leader dari Akpar Majapahit disambut Hendra dan Dr Conny.
Setelah puas menikmati Coffee Time di Naomi, rombongan melanjutkan agenda kunjungan lapangannya ke Sentra Pembibitan dan Pembudidayaan Jamur Tiram di Pacet. Mojokerto milik Taufik  Mikhrozin. Peserta diajak untuk mengetahui proses pembibitan dan pembudidayaan jamur tiram.  
Setelah mengunjungi petani jamur tiram, peserta melanjutkan perjalanan ke Kampus Akapr Majapahit di Jabon, Mojokerto. Peserta melhat demo memasak jamur crispy yang didapat dari Sentra Pembibitan dan Pembudidayaan Jamur Tiram milik Taufik Mikhrozin.

Untuk membuat jamur crispy yang renyah, instruktur dari Akpar Majapahit, Nursanti dan Ir Indah Fitriana berbagai pengalaman dengan 15 orang pelaku usaha mikro asal Papua. Peserta diajak mempraktikkan langsung bagaimana membuat olahan jamur tiram yang enak dan renyah kemudian mengemaskan dalam stereofoam sehingga tampilannya menjadi layak jual. 



Salah satu rahasia membuat jamur crispy yang renyah adalah dari bahan perenyahnya atau biasa disebut improver. Bahan perenyah ini bisa diperoleh di toko 9 (kelompok usaha dengan Akpar Majapahit) atau toko-toko roti dan kue serta swalayan terdekat.

Selain itu, peserta juga diajak mengunjungi perajin sepatu milik Anik Nurtiana di  Mojokerto. Peserta bisa melihat langsung cara pembuatan sepatu mulai pemilihan bahan, me-lasting, teknik sol sepatu hingga proses finishing-nya dengan dipandu Anik Nurtiana dan Ir Juwono Saroso MM. 

Setelah puas melihat proses pembuatan sepatu, peserta bisa memilih aneka sepatu, sandal, tas kulit, dompet, yang di-display di toko Priti Collection. Koleksi sepatu, sandal, tas kulit dan dompet dari perajin sepatu di Mojokerto tersebut memancing rombongan tamu dari Papua untuk ramai-ramai memborong sejumlah koleksi terbaru hasil kreasi home industry sepatu tersebut.

Kunjungan lapangan rombongan tamu dari Papua pada hari kedua dipungkasi dengan perjalanan pulang ke Surabaya untuk makan malam Tristar Kitchen di City of Tomorrow (Cito) Mall lantai Upper Ground UBS 29-30, Bundaran Waru Surabaya, Telp. (031) 5825 1388. (ahn)

Sekolah Masak - Praktek Setiap Hari di Jakarta


“Masakan  Tradisional  Indonesia  Yang  Kaya  Bumbu  &  Layak  Jual”

 Indonesia memiliki kekayaan masakan yang luar biasa dan tidak dimiliki negara lain. Kekayaan alam yang melimpah membuat masakan Indonesia beragam. Setidaknya ada 10 masakan tradisional Indonesia yang menarik perhatian mahasiswa Tristar Institute BSD saat ujian praktik kuliner beberapa waktu lalu.